
Jepara, 23 Februari 2026 — Manajemen Persijap Jepara secara resmi menyampaikan perkembangan positif terkait dinamika dan restrukturisasi tim utama sebagai bagian dari langkah strategis klub dalam menjaga daya saing di kompetisi BRI Super League musim 2025-2026.
Keputusan manajemen untuk mengembalikan Mario Lemos sebagai Pelatih Kepala merupakan bagian dari upaya terukur dalam memperkuat fondasi teknis, karakter permainan, serta stabilitas performa tim di sisa musim kompetisi. Kepercayaan tersebut langsung terjawab melalui hasil impresif pada pekan ke-22.
Dalam laga kandang yang digelar pada 21 Februari 2026, Persijap berhasil mengamankan kemenangan meyakinkan 3–1 atas tim papan atas, Persebaya Surabaya, sekaligus meraih tiga poin penuh di hadapan publik sendiri.
Pelatih Kepala Mario Lemos menyampaikan apresiasinya atas kerja keras seluruh elemen tim:
“Saya pikir ini adalah pertandingan yang hebat. Kita melawan tim dengan posisi lima besar di papan liga ini. Dalam situasi seperti ini, saya selalu menyampaikan bahwa setiap laga kandang harus dijalani seperti pertandingan terakhir. Itu penting untuk memotivasi seluruh elemen tim, baik pemain maupun ofisial. Pada akhirnya, tiga poin berhasil kita dapatkan.”
Sejak awal pertandingan, kedua tim menampilkan intensitas tinggi dengan duel antar lini yang berlangsung ketat. Persijap menunjukkan determinasi, disiplin taktis, serta tekanan konsisten sepanjang laga. Kemenangan ini mencerminkan respons positif para pemain terhadap proses restrukturisasi serta semakin solidnya kerja kolektif tim.
Pertandingan tersebut juga diwarnai insiden medis yang melibatkan salah satu pemain Persijap, Rahmat Hidayat, yang harus mendapatkan penanganan langsung di lapangan hingga proses evakuasi menggunakan ambulans.
Dokter tim Persijap, Ary Setiawan, memberikan keterangan resmi terkait kondisi pemain:
“Rahmat sempat mengalami blackout di lapangan. Tim medis segera melakukan evaluasi detak jantung serta saturasi oksigen. Setelah mendapat penanganan lanjutan di rumah sakit, terdapat perkembangan signifikan. Diagnosis menunjukkan hipoglikemia dan hipokalemia yang dipicu kondisi kelelahan serta adaptasi fisik yang belum stabil pada awal bulan puasa. Alhamdulillah, kondisi Rahmat sudah membaik dan yang bersangkutan diperbolehkan pulang pada pukul 02.40 dini hari.”
Manajemen menegaskan bahwa aspek kesehatan dan keselamatan pemain merupakan prioritas utama klub. Proses pemantauan medis akan terus dilakukan guna memastikan pemulihan berjalan optimal sebelum pemain kembali mengikuti aktivitas kompetitif.
Kemenangan atas Persebaya menjadi momentum penting dalam perjalanan Persijap musim ini. Manajemen menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemain, staf pelatih, ofisial, serta suporter yang terus memberikan dukungan penuh.
Dengan kepemimpinan Mario Lemos dan komitmen kolektif seluruh elemen tim, Persijap Jepara optimistis menatap pertandingan-pertandingan berikutnya dengan semangat, profesionalisme, serta ambisi untuk terus memberikan performa terbaik bagi masyarakat Jepara dan seluruh pendukung setia Laskar Kalinyamat.
